Konversi Bilangan Biner ke Desimal,Oktal,dan Heksadesimal

Sumber Gambar:pixabay.com

    Postingan kali ini akan membahas mengenai konversi bilangan biner ke desimal,oktal dan heksadesimal,dimana postingan sebelumnya yaitu mengenai konversi bilangan desimal ke biner,oktal,dan heksadesimal,saya sarankan jika belum mempelajari konversi bilangan desimal ke biner,oktal,dan heksadesimal,lebih baik pelajari dulu karena materi ini sangat berhubungan dengan materi sebelumnya.Langsung saja kita kemateri.

A.Konversi Biner ke Desimal
    Dengan cara setiap digitnya dikali dengan 2n,dimana untuk n dimulai dari 0,untuk lebih jelasnya bisa kalian lihat contoh di bawah ini.
Contoh:
1).111102=3010
   Caranya:
  (1x24)+(1x23)+(1x22)+(1x21)+(0x20)
=(1x16)+(1x8)+(1x4)+(1x2)+(0x1)
=16+8+4+2+0
=30
Maka bilangan desimalnya adalah 30
Pembuktian

    Dari pembuktian bilangan binner=111102,dimana bilangan binernya di dapatkan dari sisa dimulai dari bawah ke atas.

2). 111010102=23410
   Caranya:
 (1x27)+(1x26)+(1x25)+(0x24)+(1x23)+(0x22)+(1x21)+(0x20)
=(1x128)+(1x64)+(1x32)+(0x16)+(1x8)+(0x4)+(1x2)+(0x1)
=128+64+32+0+8+0+2+0
=234
Maka bilangan Desimalnya adalah 234
Pembuktian









 



    Dari pembuktian bilangan binnernya adalah 111010102,dimana bilangan binernya di dapatkan dari sisa dimulai dari bawah ke atas.
 Penjelasan :
  • Untuk bilangan ganjil pada pembuktian seperti 7,maka cara penyelesaiannya adalah dengan cara mencari nilai jika di kali 2 hasilnya mendekati 7 maka nilai yang di kali 2 mendekati 7 adalah 3,karena 2x3=6 sehingga 7-6=1 dan sisa dari pembagian 7 adalah 1
B.Konversi Biner ke Oktal
    Untuk mengkonversikan bilangan biner ke oktal,dapat dilakukan dengan cara memisahkan bilangan biner menjadi tiga digit tiga digit dimulai dari kanan ke kiri,untuk lebih jelasnya langsung saja ke contoh

Contoh:

1).101012=258
   Caranya:
pisahkan tiga digit tiga digit atau tiga bit  tiga bit dimulai dari kanan ke kiri,dan penulisannya pun di mulai dari kanan ke kiri:  010  101
setelah dipisah menjadi tiga digit tiga digit,maka kita ubah ke desimal,dimana nanti hasilnya akan menjadi oktal.

010=(0x22)+(1x21)+(0x20)=(0x4)+(1x2)+(0x1) hasilnya 2
101=(1x22)+(0x21)+(1x20)=(1x4)+(0x2)+(1x1) hasilnya 5

Kemudian kita urutkan dari atas ke bawah maka bilangan oktalnya adalah 25 

Pembuktian 

Karena harus dipisah menjadi tiga digit tiga digit maka:
Untuk 2 dengan biner 10 menjadi 010 ditambah 0 sebelum 1
Sehingga binernya yaitu:0101012

2).1010011102=5168
   Caranya:
Sama seperti cara di atas dipisah menjadi tiga digit tiga digit dari kanan ke kiri,penulisannya pun dari kanan ke kiri:101 001 110
setelah dipisah menjadi tiga digit tiga digit,maka kita ubah ke desimal dimana nanti hasilnya akan menjadi oktal. 

101=(1x22)+(0x21)+(1x20)=(1x4)+(0x2)+(1x1) hasilnya 5
001=(0x22)+(0x21)+(1x20)=(0x4)+(0x2)+(1x1) hasilnya 1
110=(1x22)+(1x21)+(0x20)=(1x4)+(1x2)+(0x1) hasilnya 6
Kemudian kita urutkan dari atas ke bawah maka bilangan oktalnya adalah 516

Pembuktian









  
Karena harus dipisah menjadi tiga digit tiga digit maka:
 Untuk 1 dengan biner 1 menjadi 001 ditambah 00 sebelum 1
 Sehingga binnernya:1010011102

C.Konversi Biner ke Heksadesimal 
Untuk konversi biner ke heksadesimal caranya hampir sama dengan yang di atas cuma dipisah menjadi empat digit empat digit,penulisannya pun dari kanan ke kiri.
Contoh:
1).101012=1516
  Caranya:
Dipisah menjadi empat digit empat digit dari kanan ke kiri,penulisannya pun dari kanan ke kiri : 0001 0101
setelah dipisah menjadi tiga digit tiga digit,maka kita ubah ke desimal dimana nanti hasilnya akan menjadi heksadesimal. 
 
0001=(0x23)+(0x22)+(0x21)+(1x20) hasilnya 1
0101=(0x23)+(1x22)+(0x21)+(1x20) hasilnya 5

Kemudian kita urutkan dari atas ke bawah maka bilangan desimalnya adalah 15

Pembuktian
  












Karena harus dipisah menjadi empat digit empat digit maka:
Untuk 1 dengan biner 1 menjadi 0001 ditambah 000 sebelum 1
Untuk 5 dengan biner 101 menjadi 0101 ditambah 0 sebelum 1
Sehingga binnernya:000101012

2).010111112=5F16
   Caranya:Dipisah menjadi empat digit empat digit dari kanan ke kiri,penulisannya pun dari kanan ke kiri : 0101 1111
setelah dipisah menjadi tiga digit tiga digit,maka kita ubah ke desimal dimana nanti hasilnya akan menjadi heksadesimal
0101=(0x23)+(1x22)+(0x21)+(1x20) hasilnya 5
1111=(1x23)+(1x22)+(1x21)+(1x20) hasilnya F karena di bilangan heksadesimal untuk 15 adalah F
Kemudian kita urutkan dari atas ke bawah maka bilangan desimalnya adalah 5F 
Pembuktian

















Karena harus dipisah menjadi empat digit empat digit maka:
Untuk 5 dengan biner 101 menjadi 0101 ditambah 0 sebelum 1
Sehingga binernya=010111112

Penjelasan:
  • Untuk nilainya 10,11,12,13,14,15 di bilangan heksadesimal menjadi A,B,C,D,E,F
https://www.sumberberedukasi.com/2018/03/mengkonversikan-bilangan-desimal-ke_24.html
https://www.sumberberedukasi.com/2018/04/konversi-bilangan-oktal-ke.html

    Cukup sekian untuk pembahasan kali ini,silahkan jika ingin berkomentar atau memberikan saran,mohon maaf apabila ada kesalahan semoga pembahasan ini dapat bermanfaat.Jika artikel di atas terdapat kekeliruan atau kesalahan,mohon untuk hubungi saya melalui contact atau melalui komentar. 

Mengkonversikan Bilangan Desimal ke Biner,Oktal, dan Heksadesimal

Sumber Gambar:pixabay.com

   Postingan kali ini akan membahas mengenai cara mengkonversikan bilangan desimal ke biner, oktal, dan heksadesimal,dimana postingan sebelumnya membahas mengenai bilangan desimal,biner,oktal,dan heksadesimal,yang berisikan pengertian dari bilangan tersebut dan contohnya.Sekarang langsung saja kita bahas mengenai cara mengkonversikan bilangan desimal ke biner, oktal, dan heksadesimal.

A.Konversi bilangan desimal ke biner

     Untuk mengkonversikan bilangan desimal ke biner maka bilangan tersebut harus dibagi 2 terlebih dahulu,dan sisa dari pembagian tersebut akan menjadi nilai bilangan biner,untuk lebih jelasnya langsung saja ke contoh. 

Contohnya:

1).1210=11002
Caranya:

 






Pembuktian:

biner=11002
1x23+x1x22+0x21+0x20
=8+4
=12
Penjelasan:
  1. Untuk mengkonversikan bilangan desimal ke biner maka bilangan tersebut harus di bagi dengan 2 sampai habis,contohnya 12:2=6 kemudian 6:2=3 dan seterusnya.
  2. Kemudian jika terdapat bilangan ganjil seperti diatas yaitu 3 maka kita cari nilai jika di kali 2 hasilnya mendekati 3 maka yang mendekati 3 adalah 2x1=2,sehingga 3:2=1 kemudian 3-2=1 sehingga sisanya 1.
  3. kemudian pada 1:2 karena tidak ada nilai jika di kali 2 hasilnya mendekati 1,maka  hasilnya 0 jadi 1:2=0 kemudian untuk sisa karena 1 tidak bisa di bagi dengan 2 maka nilai 1 di jadikan sisa.
  4. Setelah mendapatkan sisa maka kita urutkan sisa tersebut dari bawah ke atas yaitu dari 1,1,0,0 sehingga konversi bilangan desimal 1210 ke biner adalah 11002.
  5. Pada pembuktian untuk biner setiap digitnya kita kalikan dengan 2,dimulai dari yang paling kanan ke kiri dari bilangan 11002  dari paling kanan kita kalikan dengan 2n dimana n dimulai dari 0 sampai mencapai angka biner yang paling kiri. 


2).23410=1110 10102
Caranya:












Pembuktian
biner:1110 10102
1x27+1x26+1x25+0x24+1x23+0x22+1x21+0x20
=128+64+32+0+8+0+2+0
=234 

Penjelasan:
  1. Untuk no 2 mengkonversikan desimal ke biner caranyanya pun sama seperti cara no 1,dimana bilangan dibagi 2,kemudian untuk yang ganjil cari nilai jika di kalian 2 hasilnya mendekati nilai tersebut seperti 117:2=58 karena jika 58x2=116 kemudian 117-116=1 maka sisanya 1,dan untuk angka ganjil lainnya pun sama untuk cara penyelesaiannya,dan sisa dari pembagian tersebut akan menjadi bilangan biner dimana kita urutkan dari bawah ke atas.

Catatan:
untuk bilangan ganjil seperti 3 jika dibagi 2 maka 3:2=1,5 namun hasil tersebut tidak bisa digunakan dalam pengkonversian desimal ke biner.karena untuk mengkonversikan desimal ke biner hasilnya harus bilangan bulat positif.Kemudian untuk sisa,dalam bilangan biner sisanya hanya boleh 0 atau 1,karena bilangan biner merupakan bilangan yang berbasis 2,dan untuk nilai yang pangkatnya 0 atau n⁰ maka hasilnya 1.

B.Konversi bilangan desimal ke oktal
    Untuk mengkonversikan bilangan desimal ke oktal,maka dapat kita lakukan dengan cara membagi bilangan desimal dengan 8,kemudian sisa dari pembagian dapat di jadikan sebagai bilangan oktal,langsung saja ke contoh.

Contohnya:
1).23410=3528
 Caranya:






Pembuktian
Oktal:3528
3x82+5x81+2x80
=3x64+5x8+2x1
=192+40+2
=234

Penjelasan:
  1. Untuk 234:8 caranya pun hampir sama dengan konversi bilangan desimal ke biner,cuman yang ini dibagi dengan 8,jika 234:8 maka kita cari nilai jika di kalikan 8 hasilnya 234 atau mendekati 234,karena tidak ada nilai jika dikalikan 8 hasilnya 234,maka nilai yang jika dikali 8 mendekati 234 adalah 29,karena 8x29=232,dan 234-232=2 maka sisanya adalah 2.
  2. Untuk 29:8 caranya sama seperti cara no 1
  3. Untuk 3:8 hasilnya 0,karena jika dicari nilai yang dikali 8 hasilnya 3 atau mendekati tiga tidak ada.Maka untuk angka 3 tidak bisa dibagi sehingga di jadikan sebagai sisa.
  4. kemudian sisa dari pembagian tersebut dapat di jadikan sebagi bilangan oktal dengan mengurutkannya dari bawah ke atas.
2).135210=25108
Caranya:








Pembuktian
Oktal=25108
2x83+5x82+1x81+0x80
=2x512+5x64+1x8+0x1
=1352

Catatan:Untuk 169:8=21,125 dan hasil dari pembagian tersebut tidak bisa digunakan dalam pengkonversian desimal ke oktal hasilnya harus bilangan bulat positif.Kemudian untuk sisa,dalam bilangan oktal sisanya hanya boleh 0-7,karena bilangan oktal merupakan bilangan yang berbasis 8.

C.Konversi bilangan desimal ke heksadesimal
    Untuk konversi bilangan desimal ke heksadesimal yaitu dengan cara membagi bilangan desimal dengan 16.

Contohnya:
1).43999010=6B6B616
Caranya:









Pembuktian:

Heksadesimal=6B6B616
B=11
6x164+11X163+6x162+11x161+6x160
=6x65536+11x4096+6x256+11x16+6
=393216+45056+1536+176+6
=439990

Penjelasan 
  1. dalam konversi ke bilangan heksadesimal caranya hampir sama dengan cara konversi ke biner,dan oktal,yang membedakannya untuk konversi ke heksadesimal dibagi dengan 16.Kemudian untuk angka 10-15 diganti dengan alfabet A-F,kalian bisa lihat di materi sebelumnya.
  2. Kemudian sisa di gunakan sebagai bilangan heksadesimal,dimana kita urutkan dari bawah ke atas.
Catatan:Untuk sisa dalam bilangan heksadesimal hanya 0-15
https://www.sumberberedukasi.com/2018/03/bilangan-desimalbineroktal-dan_20.html
https://www.sumberberedukasi.com/2018/03/konversi-bilangan-biner-ke.html
    Cukup sekian untuk pembahasan kali ini,silahkan jika ingin berkomentar atau memberikan saran,mohon maaf apabila ada kesalahan semoga pembahasan ini dapat bermanfaat.Jika artikel di atas terdapat kekeliruan atau kesalahan,mohon untuk hubungi saya melalui contact atau melalui komentar.

Bilangan Desimal,Biner,Oktal dan Heksadesimal

Sumber Gambar:pixabay.com

  Postingan kali ini akan membahas mengenai bilangan Desimal,Biner,Oktal,dan Heksadesimal,bagi kalian yang belum mengetahui bilangan tersebut,maka postingan kali ini sangat cocok bagi kalian,oke langsung saja kematerinya.

A.Pengertian

1).Bilangan Desimal
  Bilangan Desimal merupakan bilangan yang berbasis 10 dimulai dari 0 sampai 9 berturut-turut yaitu: 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9 Kemudian setelah angka 9 maka yang selanjutmya adalah 10,11,12,13,14,dan seterusnya.Lalu untuk cara penulisan bilangan desimal contohnya yaitu:110,210,310,410,510,610,710,810,910 dll.

2).Bilangan Biner 
  Bilangan Biner merupakan bilangan yang hanya menggunakan 2 angka atau suatu bilangan yang berbasi 2,untuk bilangannya yaitu: 0,1 kemudian untuk setiap bilangan pada suatu bilangan biner disebut bit,untuk 1 byte adalah 8 bit, kemudian untuk contoh penulisannya yaitu: 11012,10112.

3).Bilangan Oktal
 Bilangan Oktal merupakan bilangan yang berbasis 8, untuk bilangannya yaitu: 0,1,2,3,4,5,6,7.Kemudian untuk contoh penulisannya yaitu: 168,158.

4).Bilangan Heksadesimal
    Bilangan Heksadesimal merupakan bilangan yang berbasis 16,dimana untuk bilangannya dimulai dari 0-9 kemudian dilanjut dari A-F,dimana bilangannya yaitu: 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,A,B,C,D,E,F.Kemudian untuk contoh penulisannya yaitu: A16,A216

B.Tabel bilangan desimal,biner,oktal,heksadesimal 

Desimal

Biner

Oktal

Heksadesimal

0

0000

0

0

1

0001

1

1

2

0010

2

2

3

0011

3

3

4

0100

4

4

5

0101

5

5

6

0110

6

6

7

0111

7

7

8

1000

10

8

9

1001

11

9

10

1010

12

A

11

1011

13

B

12

1100

14

C

13

1101

15

D

14

1110

16

E

15

1111

17

F


   Cukup sekian untuk pembahasan kali ini,silahkan jika ingin berkomentar atau memberikan saran,mohon maaf apabila ada kesalahan semoga pembahasan ini dapat bermanfaat.Dalam pembuatan artikel ini tak luput dari referensi yaitu dari beberapa situs,jika artikel di atas terdapat kekeliruan atau kesalahan,mohon untuk hubungi saya melalui contact atau melalui komentar. 
Untuk yang dijadikan referensi oleh saya dapat kalian lihat dibawah ini:
Referensi:
http://chilodi.blogspot.co.id/2012/12/pengertian-bilangan-desimal-biner-oktal.html
http://hyperpost.blogspot.co.id/2014/04/konversi-bilangan-biner-octal-desimal.html
http://harusinget.blogspot.co.id/2014/02/pengertian-bilangan-desimal-biner-oktal.html
https://chzuhry.wordpress.com/2014/03/04/tabel-konversi-bilangan-desimalbineroktalhexadesimal/
http://workshopunpak.blogspot.co.id/2008/11/tabel-konversi-sistem-bilangan.html

Materi Matematika

sumber gambar:pixabay.com


      Materi tentang matematika dapat kalian klik materinya yang berada di bawah ini:
 
1).Aljabar
  a.Menghitung Akar Kuadrat(pangkat 2)
  b.Menghitung Akar Kubik(Pangkat 3)

#iklan_trap
 

Kode Penulisan Format Dalam C++


      


 Sumber Gambar:pixabay.com

      Postingan kali ini akan membahas mengenai kode penulisan format dalam C/C++,dimana kode format penulisan sangatlah di butuhkan untuk menginput(memasukan) dan output(keluaran/hasil) dari suatu data, dengan adanya kode format maka akan membantu untuk menentukan tipe data dari setiap variabel.Oke langsung saja ke pembahasan,kalian dapat melihat kode penulisan format dalam C/C++ di bawah ini:

Kode penentu format dalam C/C++



Kode


Penjelasan


%c

Untuk membaca sebuah karakter


%s

Untuk membaca sebuah string


%d

Untuk membaca sebuah bilangan bulat(integer)


%f

Untuk membaca sebuah bilangan pecahan(float)


%o

Untuk membaca sebuah bilangan oktal


%x

Untuk membaca sebuah bilangan Hexadecilmal


%u

Untuk membaca sebuah bilangan tak bertanda

Contohnya dengan menggunakan file header stdio.h atau #include <stdio.h>
kalian bisa lihat listing program(script),di bawah ini,saya sarankan lebih baik listing tersebut diketikan dari pada di copy paste supaya kalian ingat dan lebih paham.
  
1).Penggunaan %c

contoh 1: 
#include <stdio.h>
#include <conio>
main()
{
char a,b,c,d,e,f;
a='%';
b='+';
c='-';
d='x';
e=':';
f='A';
printf("\n\nHasilnya:\n");
printf("Karakter 1 :%c\n",a);
printf("Karakter 2 :%c\n",b);
printf("Karakter 3 :%c\n",c);
printf("Karakter 4 :%c\n",d);
printf("Karakter 5 :%c\n",e);
printf("Karakter 6 :%c\n",f);
getch();
} 
Penjelasan:
  • Untuk fungsi printf,getch,stdio.h,conio.h,main klik gambar link di bawah ini
http://www.sumberberedukasi.com/2018/03/sejarahpengertianfile-headerdan-tipe.html
  • dalam suatu karakter harus terdapat tanda ('') contohnya seperti yang ada di atas a='%'
  • kemudian fungsi dari \n yaitu enter yang di letakan sebelum tanda(")
  • %c diletakan di dalam printf(""); sebagai penentu format data yang ingin di tampilkan 
  • variabel a,b,c,d,e,f diletakan setelah (,),fungsinya adalah untuk menampilkan isi dari variabel tersebut.
contoh 2:
 dengan cara menginputkan isi dari variabel a.

#include <stdio.h>
#include <conio>
main()
{
char a;
printf("Masukan karakternya :");scanf("%c",&a);
 /* Pada saat di compile & run Kalian bisa memasukan %,+,-,x,:,*,A,dll*/
printf("\n\nHasilnya:\n");
printf("Karakternya adalah    :%c",a);
getch();
}
Penjelasan: 
  • Untuk fungsi scanf kalian bisa klik gambar link di bawah ini
http://www.sumberberedukasi.com/2018/03/sejarahpengertianfile-headerdan-tipe.html
  •  %c di masukan di dalam scanf untuk mengimput data yang bertipe karakter,dan &a untuk mengimput isi dari variabel a
  •   (/**/) merupakan pembuat komentar, namun tidak akan dimunculkan pada saat pemrosesan
  • yang akan di munculkan hanya satu karakter saja,jika kalian menginputkan lebih dari satu seperti %&+,ABCD maka yang akan muncul hanya karakter permata saja seperti '%'
2).Penggunaan %s

#include <stdio.h>
#include <conio.h>
main()
{
char a[20],b[20];
printf("Masukan kata pertama");scanf("%s",a);
printf("Masukan kata kedua");scanf("%s",b);
printf("\n\nHasilnya:\n");
printf("Kata Pertama :%s\n",a);
printf("Kata Kedua    :%s\n",b);
getch();
}

Penjelasan :
  • maksud [20] yaitu jumlah karakter yang dapat di simpan maksimal 20(sudah termasuk karakter NULL).
  • Untuk string menggunakan "",kemudian untuk string kita bisa memasukan banyak karakter tergantung dari jumlah karakter yang kita gunakan misalkan [20],[30] dll. 


3).Penggunaan %d
contoh 1
   
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
main()
{
int a,b;
a=4;
b=6;
printf("Hasilnya\n")
printf("%d\n",a);
printf("%d\n",b);
getch();
}

contoh 2
    #include <stdio.h>

    #include <conio.h>


    main()

    {

    int a,b;

     printf("Masukan angka pertama=");scanf("%d",a);

     printf("Masukan angka kedua    =");scanf("%d",b);

     printf("\n\nHasilnya")

     printf("angka pertama=%d\n",a);

     printf("angka kedua    =%d\n",b)


    getch();

    }
4).Penggunaan %f

contoh 1
    #include <stdio.h>

    #include <conio.h>


    main()

    {

    float a,b;

            a=5.6;

            b=7.2;

     printf("Hasilnya\n")

     printf("%2.2f\n",a);

     printf("%2.2f\n",b)


    getch();

    }


Penjelasan
    %2.2f adalah bilangan pecahan(float),dimana untuk %2...f yang mengisi minimal 2 spasi dan dilapisi dengan ruang kosong,kemudian untuk %...2f,berisikan 2 digit angka di belakang koma(,),contoh:jika ada 2.67247 kemudian kita menggunakan %2.2f maka akan muncul 2.67
contoh2
    #include <stdio.h>

    #include <conio.h>


    main()

    {

    float a,b;


     printf("Masukan angka pertama   =");scanf("%f",&a);

     printf("Masukan angka Kedua      =");scanf("%f",&b);

     printf("\n\nHasilnya\n")
     printf("%2.2f\n",a);
     printf("%2.2f\n",b)
    getch();
    }

5).Penggunaan %o

Mengkonversi bilangan desimal ke oktal

Contoh 1:
     #include <stdio.h>


    #include <conio.h>


    main()

    {

    int a;

            a=68;

         

     printf("Bilangan Desimalnya adalah=%d\n",a);

     printf("Bilangan Oktalnya adalah    =%o\n",a);


    getch();

    }




Contoh 2:


6).Penggunaan %x
    #include <stdio.h>


    #include <conio.h>


    main()

    {

    int a;

          

     printf("Masukan Bilangan Desimalnya =\n");scanf("%d",&a);

     printf("\nBilangan Oktalnya adalah    =%o\n",a);


    getch();

    }



Mengkonversi bilangan desimal ke Hexadesimal


Contoh 1:

   
#include <stdio.h>


    #include <conio.h>


    main()

    {

    int a;

            a=13;

          

     printf("Bilangan Desimalnya adalah=%d\n",a);

     printf("Bilangan Hexadesimal adalah    =%x\n",a);


    getch();

    }
Contoh 2:
    #include <stdio.h>


    #include <conio.h>


    main()

    {

    int a;

          

     printf("Masukan Bilangan Desimalnya =\n");scanf("%d",&a);

     printf("\nBilangan Heksadesimalnya adalah    =%x\n",a);


    getch();

    }


7).Penggunaan %u 

Contoh 1:

     #include <stdio.h>


    #include <conio.h>


    main()

    {

    int a;

            a=13;

            b=-2

         

     printf("maka yang muncul untuk a=%u\n",a);

     printf("maka yang muncul untuk b=%u\n",b);


    getch();

    }




Penjelasan:
        Dari contoh di atas untuk a akan menghasilkan 13 sedangkan untuk b tidak akan menghasilkan -2, karena%u merupakan sebuah unsigned integer,dimana unsigned integer hanya dapat menyimpan angka nol,dan angka positif yang lebih besar.

    Untuk materi selanjutnya dapat kalian klik gambar di bawah ini:
    Untuk materi sebelumnya dapat kalian klik gambar di bawah ini:
    Kemudian Untuk materi lainnya dapat kalian klik di bawah ini:
    https://www.sumberberedukasi.com/2018/03/materi-bahasa-pemrograman-c.html


         Cukup sekian untuk pembahasan kali ini,silahkan jika ingin berkomentar atau memberikan saran,mohon maaf apabila ada kesalahan semoga pembahasan ini dapat bermanfaat.Dalam pembuatan artikel ini tak luput dari referensi yaitu dari beberapa situs,jika artikel di atas terdapat kekeliruan atau kesalahan,mohon untuk hubungi saya melalui contact atau melalui komentar.
     
    Untuk yang dijadikan referensi oleh saya dapat kalian lihat dibawah ini: 

      Referensi:
      blogspot.co.id
      hiedukasi.blogspot.co.id
      bantubelajar.com
      yayat5394.wordpress.com
      dedekurniadi.web.id
      ilmukamu.wordpress.com
      quora.com
      kelasinformatikaku.blogspot.co.id
      putraikhsdawijaya.wordpress.com
      belajar-shi.blogspot.co.id
      quora.com